Menyusuri Taman Hutan Raya Ir.H Djuanda-Maribaya

Jauh dari keramaian Kota Bandung, kita masih bisa menikmati hutan kota yang asri bernama Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda. Taman ini membentang dari Dago Pakar hingga Maribaya Lembang. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh melalui dua cara, pertama melalui lembang ke arah maribaya dan yang kedua dapat ditempuh dari dago.

    peta-lokasi-kawasan-wisata-taman-hutan-raya-ir-h-djuanda

Jika kita menempuh lewat lembang kita akan masuk dari pintu IV sedangkan jika dari dago kita bisa melalui pintu masuk I dan II. Dalam perjalanan kali ini saya dan teman-teman masuk melalui pintu IV dari arah lembang.
Setelah melewati jalan kurang lebih 5 km kami tiba di Maribaya, untuk masuk ke tempat ini kami pun membeli tiketnya terlebih dahulu Rp 3250/orang. Sepanjang perjalanan menuju Curug Omas dari gerbang IV, mata pun tidak pernah bosan menikmati rimbunnya pepohonan yang ada di kiri kanan jalan setapak yang sudah berbatu sehingga perjalananan tidak terlalu berat. Sebelah kanan merupakan dinding tanah yang banyak ditumbuhi pepohonan, sedangkan pada sisi sebelah kiri terdapat pepohonan sebagai pembatas dengan jalan yang ada di bagian bawah. Tujuan kami mengunjungi maribaya salah satunya ingin menikmati suasana sejuk di curug omas, tak lama kemudian dentingan suara airpun mulai terdengar dan dugaanpun benar curug omas sudah didepan mata.

    maribaya-lembang
    2012-07-18 16.00.27
    /ol>

    Masuk melalui pintu ini saya tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh untuk mencapai air terjun terdekat yaitu Curug Omas hanya dengan jarak 800 meter. Yang menarik adalah curug ini dipasang jembatan di atasnya. Sehingga kita bisa melihat langsung air yang terjun deras ke bawah tepat dari atasnya. saat saya sampai di ujung dan membaca tulisan di besi jembatan, ternyata disarankan maksimal 5 orang saat melewati jembatan ini.

      2012-07-18 17.19

    Karena lokasi curug ini di pagar maka saya hanya menikmati suasana nyaman dengan duduk-duduk di bawah pohon-pohon yang tinggi sambil memandang air terjun ditemani makanan-makanan ringan yang dibeli diwarung-warung atas sekitar curug.
    Sebelum pulang belum lengkap rasanya jika kita belum mencoba pemandian air panas maribaya. Kami pun mencoba pemandian air panas maribaya, untuk masuk ke pemandian air panas ini di kenakan tarif Rp 5000/orang. Ketika Anda melihat airnya yang berwarna kekuningan, jangan berpikir bahwa kolam tersebut kotor. Kuningnya air ternyata berasal dari kandungan mineral belerang yang tinggi.

    Waww tunggu apalagi untuk merasakan nuansa alam yang masih asri..

    Selamat berwisata…

Peuting Panineungan – Pagelaran Kesenian Tradisional Dengan Konsep Romantic

Haii Guys…, Apa sih yang bikin kamu males nonton pagelaran tradisional? kuno, ketinggalan jaman, atau bosan dengan konsep yang gitu-gitu aja?. Mau nonton pagelaran tradisional dengan konsep yang berbeda? Sambil nongkrong bareng teman-teman, sambil menjajah wisata kuliner dan yang paling penting dengan nuansa yang romantis?. Emang ada?

    89Purwakarta Gelar Festival Pentas Seni dan Budaya

Yapp, jelas ada. Pagelaran kesenian ini jelas berbeda dengan yang lain.
• Berada ditengah kota dan outdoor
• Terdapat hamparan penjual kuliner sepanjang 2 km yang
menjajakan masakan khas Indonesia
• Dihiasi dengan lampu-lampu lampion berwarna merah muda yang
bertuliskan “Sahate” yang berarti satu hati
sepanjang area.
• Diselenggarakan 1 minggu sekali setiap malam minggu ditengah
kota
Mau mencoba merasakan nuansa berbeda?
Mau tau tempatnya dimana?

    IMG_0099

Yapp, Dikota purwakarta Setiap hari sabtu malam, Purwakarta menggelar Peuting Panineungan dikawasan pusat kota Purwakarta dari Patung Sudirman hingga wisata Kuliner di depan gedung kembar Nakula dan Sadewa. Pada saat Peuting Panineungan ini diselenggarakan, jalur akses perkotaan dialihkan setiap malam minggu.

    IMG_0095

Tidak ada tiket masuk untuk memasuki area ini. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya parkir Rp 2000. Disepanjang jalan kita akan disajikan dengan berbagai macam kuliner makanan khas Indonesia bentuknya lesehan hingga 2 kilometer dan terdapat sekitar 100 penjual makanan yang turut menjajalkan kulinernya.
Biasanya pagelaran kesenian ini dimulai pukul 20.00 sampai selesai, ketika pagelaran dimulai penonton bergerumut ditengah untuk menyaksikan pagelaran tersebut. pagelaran kesenian dari mulai tarian-tarian daerah, lagu-lagu daerah dan permainan alat musik tradisional, serta berbagai macam atraksi lainnya.

    IMG_0105

Yang membuat acara Peuting Panineungan semakin meriah adalah adanya lampu-lampu lampion berwarna merah muda yang bertuliskan “SAHATE” yang berarti satu hati yang turut menghiasi area ini.
Cocok bagi anda yang ingin menikmati waktu luang dengan teman-teman ataupun keluarga.

Tunggu apalagi? Ayo datang dan rasakan kemilau cahaya “Sahate”
Selamat berwisata….

Curug Cipurut Wanayasa-Pesona Wisata Purwakarta

Apabila Anda berkunjung ke Purwakarta tak ada salahnya anda berkunjung ke objek wisata yang satu ini. Tempat wisata yang sangat alamiah ini merupakan wisata air dengan curug (air terjun) sebagai icon wisatanya, tempat wisata ini bernama Curug Cipurut yang termasuk kedalam wilayah administrasi kecamatan Wanayasa.

Curug Cipurut dapat ditempuh dari Purwakarta, jadi apabila anda menggunakan jalan tol Cipularang anda dapat keluar di pintu Tol Sadang maupun Jatiluhur/Ciganea, setelah masuk kota Purwakarta, anda mengambil arah ke Wanayasa. Setelah tiba di situ wanayasa kurang lebih 500m ada pertigaan, kiri arah Jalan Cagak, kekanan/lurus arah Sawit, ambil arah sawit di sbelah kiri jalan akan ada gapura desa Sumurugul. Jika bingung anda dapat bertanya kepada penduduk sekitar 

Dari gerbang curug cipurut ternyata perjalanan masih panjang, saya harus berjalan kaki melewati jalan setapak kebun teh dengan jarak tempuh sekitar 1 km. Setelah beberapa lama berjalan percikan air mulai terdengar, saya langsung mempercepat langkah kaki dan dugaanpun benar perjalanan +/- 1 km dapat terobati dengan curug setinggi +/- 25m yang ada didepan mata.

    5

Tidak menunggu lama saya langsung mendekati curug tersebut dan mencoba deburan airnya. Deburan pertama mencoba ke curug paling ujung dengan ketinggian 25 meter yang memberikan sensasi luar biasa. Setelah puas merasakan sensasi di curug utama matapun langsung tertuju pada dua curug lainnya yang lebih landai, tempatnya biasa digunakan oleh pengunjung untuk berseluncur. Seluncur kali ini jelas berbeda dengan waterboom ya, karena banyak bebatuannya hehe 

    2

Untuk mengunjungi curug cipurut ini sebaiknya saat hari libur karena jika hari biasa sangat sepi pengunjung dan warung/penjual makanan. Terkecuali bagi anda yang ingin merasakan suasana hening dan ingin berpetualang, curug cipurut ini sangat cocok untuk lokasi camping dan wisata petualangan. Jadi tunggu apalagi rasakan sensasi waterfall dicurug cipurut ini dengan air yang relatif segar dan dingin sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan dalam bekerja maupun hiruk pikuk kota besar. Selamat Berwisata……

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Powered by WordPress | Designed by: Themes Gallery | Thanks to Best Premium WordPress Themes deals, Themes Gallery and Free WordPress Themes